Ini adalah perjalanan yang panjang ……

Perjalanan ini saya mulai ketika membaca surat dari Pusdatin yang berisi informasi tentang Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) dan Seleksi Duta Rumah Belajar Tahun 2020 tertanggal 30 Maret 2020. Saya merasa sangat tertarik dan memutuskan untuk mendaftar.

PembaTIK merupakan sebuah program peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis TIK yang diperuntukan untuk guru-guru di seluruh Indonesia. Program ini terbagi menjadi empat level yaitu level 1 (literasi), level 2 (implementasi), level 3 (kreasi), dan level 4 (berbagi). Pada akhir level 4 untuk setiap provinsi akan dilakukan seleksi yang nantinya akan terpilih satu atau dua orang Duta Rumah Belajar.

Pada awalnya saya berpikir program ini terbatas pada seleksi untuk memilih Duta Rumah Belajar yang nantinya bertugas untuk mensosialisasikan portal rumah belajar. Namun, tujuan program ini ternyata jauh lebih besar dari itu. Tujuannya sesungguhnya adalah untuk membuat sebuah komunitas digital diantara kalangan guru yang senantiasa berbagi dan berkolaborasi dalam peningkatan kualitas penggunaan TIK dalam pembelajaran. Komunitas ini sangat diperlukan untuk menyongsong bonus demografi Indonesia pada tahun 2045 yang kalau kita tarik mundur merupakan siswa-siswa kita saat ini.

Pembelajaran dengan memanfaatkan TIK terutama pemanfaatan portal Rumah Belajar sangat disarankan untuk menyiapkan peserta didik agar tidak gagap dalam mengikuti perkembangan teknologi di masa depan. Hal ini semakin “dipaksakan” dengan adanya pandemi covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). Oleh karena itu, guru mau tidak mau harus melakukan perubahan baik dalam hal cara mengajar maupun dalam peningkatan kompetensinya sebagai seorang guru.

Adapun tahapan Kegiatan Pembatik adalah sebagai berikut

Level 1 Gelombang 2 (15 – 24 April 2020)

Level 1 merupakan level literasi. Pada Level ini peserta belajar mengenai pengenalan perangkat TIK Dasar, Internet Sehat dan Aman, Internet Untuk Pembelajaran, Serta Aplikasi Pembelajaran Terbuka seperti Portal Rumah belajar yang termasuk di dalamnya fitur utama, fitur pendukung, dan sumber belajar lainnya seperti TV edukasi, Radio Edukasi, Suara Edukasi, dan m-edukasi. Sebagai tugas akhir peserta hanya diminta mengerjakan soal ujian secara daring.

Level 2 Gelombang 2 (03 – 17 Mei 2020)

Level 2 merupakan level implementasi. Pada level ini peserta belajar mengenai penerapan pembelajaran abad 21 dengan memanfaatkan portal rumah belajar termasuk pemanfaatan fitur-fitur rumah belajar, pemanfaatan TV edukasi, mobile edukasi, suara edukasi, dan radio edukasi. Serta pengelolaan kelas yang mengintegrasikan TIK. Sebagai tugas akhir peserta diminta membuat sebuah Vlog tentang pemanfaatan portal rumah belajar dan mengerjakan soal ujian secara daring.

Level 3 Gelombang 1 (01 – 17 Juni 2020)

Level 3 merupakan level kreasi. Pada level ini peserta belajar mengenai media pembelajaran berbasis teknologi seperti pembuatan video pembelajaran yang menarik serta pembuatan konten multimedia interaktif yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh terutama dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Sebagai tugas akhir peserta diminta untuk membuat sebuah video pembelajaran atau multimedia interaktif yang nantinya dapat diunggah ke dalam portal rumah belajar. Di samping itu pada tahap ini juga peserta diminta mengerjakan soal ujian secara daring.

Level 4 (18 September s.d. 21 Oktober 2020)

Peserta yang lolos level 3 kemudian disaring hingga akhirnya terpilih 30 orang untuk masing-masing provinsi dan maju ke level 4. Level 4 ini disebut juga dengan level berbagi. Para peserta yang lolos level 4 disebut dengan Sahabat Rumah Belajar (SRB) dan mendapatkan apresiasi dari Pusdatin berupa kaos dan rompi Rumah Belajar serta 100 sticker Rumah Belajar yang dapat dibagikan kepada peserta saat proses berbagi. Pada level 4 ini terdapat serangkaian kegiatan yaitu kuliah umum, live coaching, sampai tahap berbagi yang dilaksanakan masing-masing minimal 3 kali oleh peserta. Laporan kegiatan ini dibuat dalam bentuk video dan dituliskan dalam blog masing-masing peserta. Sebelum kegiatan live coaching peserta diminta untuk membuat sebuah video CV.

Seleksi 5 Besar Tiap Provinsi

Pada akhirnya terpilih 5 besar untuk masing-masing provinsi. Lima peserta dari masing-masing provinsi ini kemudian melakukan tes unjuk kerja dan tes wawancara. Dari hasil tes unjuk kerja tersebut dan hasil wawancara kemudian dipilih Duta Rumah Belajar dari masing-masing provinsi.

Beruntung, berdasarkan surat dari Pusdatin Tentang Penetapan Duta Rumah Belajar 2020 tertanggal 2 Desember 2020 saya terpilih sebagai salah satu dari 40 orang Duta Rumah Belajar 2020 sebagai perwakilan Provinsi Bali. Saya merasa sangat senang dan sangat berterimakasih kepada Pusdatin karena diberi kesempatan dan amanah untuk bergabung dalam keluarga besar Duta Rumah Belajar untuk membumikan Portal Rumah Belajar dan menggerakan komunitas guru-guru dalam memanfatkan TIK dalam pembelajaran.

Salam Rumah Belajar

Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

By yokta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *